Seperti Apa Penggunaan GSX-S150 Setelah 5 Bulan?

Selama 5 bulan, GSX S150 ini sudah menemani perjalanan saya, panas hujan - jauh dekat, dalam kota - luar kota. Sejauh ini gak ada yg saya ubah di motor saya ini kecuali satu, menambahkan Alarm SGA dan untuk servis pun baru 2 kali servis wajib untuk ganti oli. Untuk review ini, apa sih plus minusnya? dan kenapa sih kok memilih GSX S ini? Buat kalian yg penasaran mari simak terus artikel ini.

3 Alasan Kenapa Memilih GSX-S150

Alasan pertama karena saya dulu pengen naked bike bukan yg fairing. Nah secara tampilan ini motor jg beda sendiri. Auranya keliatan bengal, nakal, dan tdk bisa diatur. Terlihat dari headlamp dan jok belakang yg beda bgt daripada motor sekelas. Tapi disisi lain, ini simple. Tidak banyak grafis aneh-aneh, sticker di motor ini cma 3. tulisan “suzuki”, “GSX-S”, dan “150” di body belakang. Tidak ada sticker-sticker yg tidak perlu (pernah kesel gak sih nyopot sticker di tangki?). Lakunya juga Alhamdulillah dikit, jadi gak banyak yg ngembarin di jalan. Karena kalau pribadinya suka pilihan yg aman, pasti pilihan amannya ada di 2 pabrikan sebelah.

Alasan kedua, secara value-value yg ditanamkan. Ini GSX, GSX-S150 menggunakan platform yg sama persis degan GSX-R150. Ketika membangun GSX-R, Suzuki sudah tau betul apa yg harus dikerjakan. Tiga value utama yaitu Peforma, Handling, dan Reliability harus diatas rata-rata. GSX juga di sejarah merupakan motor yg keluar dari status quo dan mengubah sejarah motor sport. Cocok sudah dengan kondisi pasar 150cc yg dimasuki skrg.

Alasan ketiga, ini Suzuki, dan di 2017 ini untuk kelas 150cc non-fairing yg saya bisa percaya cuma pabrikan ini dalam hal kualitas motornya. Coba ketok tangkinya, rasakan ketebalannya, check kualitas catnya, kualitas mesin jgn ditanya lg kalo suzuki. Setelah saya ngunjungi 3 dealer yg jual motor 150cc, meraba-raba satu-satu, keputusannya ada di GSX-S150 ini.

Peforma Bagaimana?

Speed motor ini kencang dan bobotya paling ringan, sudah jgn ditanya lg. Tapi walopun kencang, ini motor irit juga, hahaha aneh gak sih? Iritnya itu sama kayak bebek Vega R 2006 di rumah. Di dalam kota sedikit boros kalau macet, sekitar 40km/l++, diluar kota 50km/l ++. Pertama saya bawa motor ini dari Surabaya ke Pasuruan, kaget di MID (Multi Informational Display) tertulis 51km/j. Saya kira ini motor bakal 30km/l, ternyata irit. Mungkin karena rasio bobot dan powernya pas.

"GSX-S150 IRIT"

Kedua yg gak kalah asik, HANDLING. Handling motor ini sangat rewarding, ini masuk sebagai alasan kenapa saya milih motor ini sih sewaktu test-ride awal-awal dulu. Coba deh kalian test ride dan buat nikung nikung, sungguh feel-nya itu beda bgt. Nimble dan bahkan nurut diajak rebah-rebah di Batu-Malang beberapa bulan lalu.

"GSX-S150 IRIT"

Ketiga, mesinnya halus benar. Teman saya yg anak mesin jg bilang demikian. Halus di RPM bawah. Mungkin karena dinding silindernya dilapisi Nikasil via SCEM nya suzuki. jadi gesekannya tdk terasa. Getaran tdk terasa, makin tinggi RPM nya malah gak bergetar. sungguh aneh motor ini.

Minus Minusnya motor ini apa?

Minus Pertama, pasti jok. Karena jok motor ini tipis sekali. hahaha seperti telenan dikasih gabus. Awal-awalnya capek, sekarang riding 50km baru kerasa capek. Untuk boncenger, jelas lebih terasa capek lg, karena lebih tipis. Dengar-dengar sekarang lg digodok SGP untuk jok tandemnya. Tapi karena motor ini judulnya bukan motor komuter, tapi naked-sport, jadi ya gpp lah.

Kedua, beli aksesoris di dealer resmi susah. Harus inden 2 minggu paling cepat. Tapi bisa diakali dengan beli di toko online. 3 hari sudah sampai rumah. Ini saya alami waktu beli alarm GSX S150 4 bulan lalu.

Ketiga, tidak semua pakai LED, stoplamp, lampu sein masih bohlam semua. Padahal sekarang eranya motor AHO, kalau lampu belakang nyala terus, bohlam umurnya tidak sepanjang LED. Tapi untuk 5 bulan ini masih belum ada kendala sama sekali.

"GSX-S150 IRIT"

Plus Plus nya motor ini?

Pertama, harganya paling murah tapi dapat banyak dan tdk ditulis di daftar spesifikasi, apa aja? Rem depan Bybre(By Bremboo untuk ), Belakang Nissin, Velg Enkei, suspensi belakang dengan Link, dinding silinder nikasil (SCEM), kopling enak (SAPECS), mesin 13.000RPM dan ukurannya padet, ketebalan cat mantap, ketebalan tangki jg oke. Kenapa harganya murah? bisa jadi tidak banyak part GSX ini yg divendorkan, dibuat langsung dari pabrik suzuki sendiri. Dengar-dengar plastik body yg diproduksi bisa tanpa runner, jadi habis cetak langsung siap digunakan.

Kedua, motor jarang di jalanan. Rasanya kyk naik vespa, beberapa kali saya ketemu pengguna GSX juga disapa di jalan, atau dibel tin-tin. Mantap lah. Rewarding banget. Di parkiran jg jarang, nyari gampang, beberapa kali motor ane dipindahin ke tempat yg lbh aman sama penjaga parkirnya entah apa yg ada dipikiran bapaknya.

"GSX-S150 IRIT"

Ketiga, servis jarang antri, hahaha. Mantap kan? lagian dealer suzuki jg dekat kantor. Jadi kalau servis tinggal ditaruh lalu ditinggal ngantor dulu. Mekaniknya juga ramah-ramah.

Keempat, Ada part aftermarket yg resmi dari SARP. Udah tau kan ya? ada knalpot, ECU, footstep, dll dan jika pakai part itu, tidak akan menggugurkan garansi. Gila banget kan?

Sekian dulu artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda. terimakasih !